Membaca Data Telemetry: Potret Kondisi Lahan Pertanian di Wonosari, Gunung Kidul

Penulis: Tim Editorial DJAYA 2 menit baca

Kategori: Software Developer Transformasi Digital

Infografis Telemetry Wonosari - DJAYA

Setiap hari, jaringan sensor IoT di lahan pertanian kawasan Wonosari, Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta merekam kondisi tanah dan udara secara otomatis. Data ini disebut telemetry — pengukuran jarak jauh yang dikirim langsung dari perangkat di lapangan ke sistem pemantauan, tanpa perlu petugas mencatat manual satu per satu.

Dalam periode pemantauan 24 jam terakhir, sistem berhasil mengumpulkan 48 sampel data dengan tingkat keandalan (uptime) 100%. Berikut ringkasannya:

 

Ringkasan Data Sensor

  • Suhu udara: rata-rata 25,7°C (rentang 20,2°C–32,8°C)
  • Kelembapan udara: rata-rata 23,1% (rentang 15%–40%)
  • Kelembapan tanah: 90,8%, stabil dan cenderung tinggi
  • Suhu tanah: 29,7°C, konsisten sepanjang hari
  • pH tanah: 4,4 — masuk kategori asam
  • Soil EC (konduktivitas tanah): 266 µS/cm, indikasi kesuburan sedang

Apa Artinya Bagi Petani?

Kombinasi kelembapan tanah yang tinggi dan pH yang asam adalah dua sinyal penting. Tanah yang terlalu basah dalam waktu lama berisiko membuat akar tergenang, sehingga pengecekan drainase perlu diprioritaskan. Sementara itu, pH asam berpotensi menghambat penyerapan hara oleh tanaman tertentu, sehingga pengapuran bertahap menggunakan dolomit sesuai hasil uji tanah dapat dipertimbangkan.

Rekomendasi Cepat Berbasis Data

  • Prioritas tinggi: cek sistem drainase lahan
  • Prioritas tinggi: pertimbangkan pengapuran bertahap untuk menaikkan pH
  • Prioritas sedang: tambah bahan organik dan frekuensi irigasi ringan menyesuaikan kelembapan udara yang rendah

Berdasarkan kondisi lahan saat ini, tanaman seperti ubi kayu, nanas, dan talas relatif cocok dibudidayakan, sementara jenis tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan lengkuas juga berpotensi tumbuh baik di kondisi tanah asam dan lembap.

Kesimpulan

Data telemetry mengubah cara memantau lahan pertanian: dari asumsi menjadi keputusan berbasis data. Dengan pemantauan berkelanjutan, petani dan pengelola lahan di kawasan Wonosari, Gunung Kidul, dapat merespons perubahan kondisi tanah dan cuaca lebih cepat dan tepat sasaran.

Catatan: rekomendasi bersifat awal berdasarkan rentang agronomi umum. Verifikasi lanjutan dengan penyuluh pertanian setempat tetap disarankan sebelum mengambil keputusan tanam.

Tag: #DAMIS

Kembali ke Blog